
Lolos Tahap Wawancara Focus Group Discussion, Dicky Rahmansyah S. Tone Duduki Peringkat 3 dari 100 Peserta
Setelah sebelumnya berhasil masuk 100 besar seleksi tahap awal Pertamina Youth Program (PYP) 2026 dengan menempati peringkat ke-84 dari 1.616 peserta, Dicky Rahmansyah S. Tone, mahasiswa semester tujuh Program Studi Teknik Geologi, Jurusan Ilmu dan Teknologi Kebumian, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih peringkat ketiga pada tahap seleksi wawancara berbasis Focus Group Discussion (FGD).
Capaian tersebut mengantarkan Dicky menjadi salah satu dari 50 mahasiswa yang lolos mengikuti rangkaian Pertamina Youth Program 2026. Pada tahap FGD, Dicky berkompetisi bersama 100 peserta terbaik dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Tahapan ini menguji kemampuan peserta dalam menganalisis isu, menyampaikan gagasan, berkomunikasi, serta bekerja sama dalam membahas berbagai persoalan strategis di bidang energi.
Pertamina Youth Program merupakan inisiatif strategis tahunan PT Pertamina (Persero) yang diselenggarakan bekerja sama dengan Institut Energi Anak Bangsa (IEAB). Program ini dirancang untuk membekali generasi muda dengan pemahaman mengenai sektor energi nasional, transisi energi, serta operasional bisnis energi dari sektor hulu hingga hilir.
Keberhasilan tersebut menjadikan Dicky sebagai salah satu dari 50 mahasiswa terpilih dari seluruh Indonesia yang akan mengikuti program peningkatan kapasitas dan kepemimpinan di bidang energi di Jakarta pada 4–9 Agustus 2026.
Selama mengikuti program tersebut, Dicky akan berinteraksi dan belajar bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, Institut Pertanian Bogor, serta perguruan tinggi lainnya dari berbagai wilayah Indonesia.
Program selama enam hari tersebut akan menghadirkan pembekalan intensif yang mencakup tujuh tema utama, yaitu Transisi Energi Nasional, Ketahanan Energi Nasional, Membangun Swasembada Energi, Pertamina dan Daya Saing Global, Tata Kelola Hukum Migas, Politik Pembangunan Migas, serta Komitmen ESG dan Pembangunan Berkelanjutan.
Bagi Dicky, keikutsertaannya dalam PYP 2026 tidak hanya berkaitan dengan capaian dalam proses seleksi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperluas perspektif mengenai tantangan energi nasional.
“Ini bukan sekadar tentang esai atau nilai seleksi. Yang paling berkesan adalah proses memahami bahwa masalah energi di Gorontalo bukan masalah ketiadaan sumber daya, melainkan ketiadaan jembatan antara potensi alam dan kebutuhan manusia di lapangan. Saya berharap bisa membawa pulang pemahaman yang lebih dalam dari Jakarta, khususnya tentang dimensi kebijakan dan bisnis energi yang selama ini kurang saya sentuh dari perspektif geologi,” ujar Dicky Rahmansyah, mahasiswa Teknik Geologi UNG dan peserta PYP 2026.Capaian ini diraih Dicky di bawah bimbingan dosen pendamping, Yulin Podungge, S.T., M.T., yang turut membina kesiapan Dicky sejak tahap penulisan esai hingga persiapan menghadapi seleksi wawancara berbasis FGD.
Prestasi tersebut semakin memperkuat rekam jejak Dicky di tingkat nasional. Sebelumnya, ia berhasil meraih Juara I Pilmapres UNG 2026 dan Juara II Pilmapres LLDIKTI XVI 2026 melalui karya ilmiah unggulan bertema sistem monitoring penyimpanan karbon geologi berbasis kecerdasan buatan.
Selain itu, Dicky juga merupakan penerima insentif Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Artikel Ilmiah (PKM-AI) Kemendikbudristek 2024 melalui artikel mengenai zonasi reservoir panas bumi Kotamobagu dengan mengintegrasikan analisis lineament, Land Surface Temperature (LST), dan data geologi.
Program Studi Teknik Geologi UNG menyambut baik capaian ini sebagai bukti bahwa mahasiswa dari perguruan tinggi di luar Pulau Jawa mampu bersaing dan tampil unggul dalam forum seleksi nasional.
Keberhasilan Dicky diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo, khususnya mahasiswa Program Studi Teknik Geologi, untuk terus mengembangkan kompetensi, aktif dalam kompetisi ilmiah, serta berkontribusi dalam menjawab berbagai isu strategis nasional, khususnya di bidang energi dan kebumian.