
Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu Teknik Geologi dengan tema “Masa Depan Industri Pertambangan Indonesia: Peluang, Tantangan, dan Potensi Logam Tanah Jarang”. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 21 September 2026, bertempat di Aula Ratna K. Haras Lantai 3, FMIPA UNG.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan industri pertambangan Indonesia, khususnya terkait peluang, tantangan, serta pengembangan potensi logam tanah jarang (LTJ) sebagai salah satu komoditas mineral penting di masa depan.
Kuliah tamu tersebut menghadirkan Ir. Nurcahyo Indro Basuki, M.T., Ph.D., sebagai pemateri. Beliau merupakan dosen pada Program Studi Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan bidang keahlian di antaranya petrologi, mineralogi optik, petrografi, dan endapan mineral. Selain aktif dalam bidang akademik, beliau juga memiliki pengalaman dalam berbagai kajian eksplorasi dan karakterisasi mineral bersama beberapa institusi dan industri pertambangan.
Acara dibuka secara resmi oleh Dr. Lilan Dama, S.Pd., M.Pd., selaku Wakil Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Gorontalo. Dalam kegiatan tersebut turut hadir Dr. Aang Panji Permana, S.T., M.T., selaku Ketua Jurusan Ilmu Teknologi Kebumian, Noviar Akase, S.T., M.Sc., selaku Koordinator Program Studi Teknik Geologi, serta jajaran dosen Program Studi Teknik Geologi FMIPA UNG.
Dalam pemaparannya, Ir. Nurcahyo Indro Basuki, M.T., Ph.D., membahas mengenai perkembangan industri pertambangan Indonesia, pentingnya logam tanah jarang dalam industri modern, peluang pengembangan LTJ di Indonesia, hingga tantangan dalam eksplorasi dan proses hilirisasi. Materi yang disampaikan mencakup topik seperti rantai pasok global LTJ, potensi sumber daya LTJ Indonesia, riset hulu hingga hilirisasi, serta pembangunan ekosistem nasional LTJ.

Pemateri menjelaskan bahwa perubahan industri pertambangan global saat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti transisi energi, kendaraan listrik, energi terbarukan, digitalisasi, ketahanan rantai pasok, serta meningkatnya kebutuhan terhadap mineral kritis. Indonesia memiliki berbagai potensi sumber daya logam tanah jarang, baik dari endapan primer, laterit, sekunder, maupun residu industri yang dapat mendukung perkembangan industri di masa depan.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan pemateri. Sesi ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperdalam pemahaman terkait isu eksplorasi mineral, teknologi pertambangan, serta peluang pengembangan industri mineral strategis di Indonesia. Rangkaian kegiatan berlangsung mulai dari pembukaan, penyampaian materi, diskusi, hingga penyerahan sertifikat penghargaan kepada pemateri.
Melalui kegiatan kuliah tamu ini, Program Studi Teknik Geologi FMIPA UNG berharap mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai perkembangan dunia pertambangan serta mampu melihat peran ilmu geologi dalam mendukung pengelolaan sumber daya mineral yang inovatif, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.