Mahasiswa Teknik Geologi UNG Tembus Program YSEALI di Amerika Serikat: Intip Perjalanan Fadhil Menjelajahi Isu Lingkungan dan Membangun Jaringan Global di Amerika!

Oleh: Ayub Pratama Aris . 26 September 2024 . 11:02:16

Peserta Program YSEALI di Amerika Serikat

Fadhil, mahasiswa Teknik Geologi (angkatan 2020) Fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo, baru-baru ini terpilih sebagai peserta program bergengsi Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) Academic Fellowship Fall 2024. Program lima minggu ini berfokus pada isu keberlanjutan dan lingkungan, dengan Fadhil berkesempatan belajar di East-West Center dan University of Hawai'i at Manoa, serta University of California, Berkeley. Program ini juga mencakup kunjungan ke Washington, D.C. untuk memperdalam pemahaman tentang kebijakan lingkungan di Amerika Serikat.

Selama di Hawaii, Fadhil mengikuti berbagai pelatihan berharga yang berhubungan dengan isu lingkungan. Salah satu kegiatan yang menonjol adalah pelatihan bersama Hawai’i Marine Animal Response (HMAR) yang dipandu oleh Clara Orr, Manajer Operasi Lapangan HMAR, di mana ia mendapatkan wawasan mendalam tentang perlindungan spesies laut. Selain itu, Fadhil juga mengikuti Oceans Issues Lecture bersama Dr. Daniel Wagner dari Ocean Exploration Trust dan belajar mengenai eksplorasi ilmiah bawah laut di bidang geologi, biologi, dan arkeologi, serta mengikuti US Marine Sanctuaries Lecture yang dipandu oleh Sara Wood, konsultan dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Di Hawaii, Fadhil dan timnya berkesempatan membangun koneksi berharga dengan Pacific Asian Center for Entrepreneurship (PACE) melalui konsultasi dengan Sandra Fujiyama, Direktur Eksekutif PACE di Shidler College of Business, University of Hawai'i at Manoa. Ini jadi kesempatan emas untuk belajar lebih banyak tentang dunia startup dan pengembangan kewirausahaan.

Pengalaman berharga lainnya adalah pertemuan dengan State Senator Chris Lee, yang memimpin Hawaii sebagai negara bagian pertama di AS yang berkomitmen mencapai 100% energi terbarukan. Dalam pertemuan ini, Fadhil berdiskusi dengan Senator Lee tentang kepemimpinannya serta kunjungannya ke Kabupaten Wakatobi, Indonesia.

Fadhil juga terjun langsung dalam kegiatan lapangan, seperti kunjungan ke Waihe’e Tunnel, yang menunjukkan bagaimana pengelolaan sumber daya air dilakukan secara berkelanjutan. Di fasilitas H-POWER, Fadhil belajar tentang konversi limbah menjadi energi, sebuah solusi inovatif untuk pengelolaan limbah dan produksi energi bersih. Ia juga terlibat dalam diskusi bersama para aktivis Save Ka Iwi Movement, sebuah gerakan yang berupaya melindungi garis pantai Ka Iwi di O‘ahu dari ancaman pembangunan.

Fadhil tidak hanya terlibat dalam pembelajaran teoritis, tetapi juga mengambil peran aktif sebagai fasilitator dalam Waikiki Coastline Investigation, di mana ia bersama peserta lain menganalisis solusi berbasis alam untuk pengelolaan pantai yang berkelanjutan, serta mempelajari geologi dan biodiversitas Pantai Waikiki. Pengalaman ini memberinya kesempatan untuk menerapkan pengetahuan ilmiahnya secara langsung di lapangan.

Di sisi akademis, Fadhil mengikuti Proposal Writing Workshop yang dipimpin oleh Dr. Ryan Longman, mempelajari metode Theory of Change dan Problem Tree Analysis, dua alat penting untuk merumuskan solusi adaptasi perubahan iklim di negara berkembang. Ia juga aktif dalam diskusi informal melalui EWC Book Circles dan EWC Leadership Circles, di mana ia berbagi pandangan tentang kepemimpinan dan isu lingkungan global, serta memperkaya pemahamannya tentang sejarah, budaya, dan isu lingkungan di Asia Tenggara.

Pada minggu keempat, Fadil dan peserta lainnya mengunjungi University of California, Berkeley, yang telah dinobatkan sebagai universitas publik terbaik di Amerika selama sepuluh tahun berturut-turut. Di sana, mereka mempelajari inovasi dan kewirausahaan dalam menghadapi tantangan lingkungan. Salah satu kegiatan yang menarik adalah bersepeda di Golden Gate National Park bersama Fatima Colindres, U.S. National Park Service Ranger, untuk mempelajari konsep rewilding di San Francisco. Mereka juga mengunjungi Waste Management (WM) Davis Street Resource Recovery Complex, fasilitas yang fokus pada daur ulang dan pengelolaan limbah. Fasilitas ini memainkan peran penting dalam transfer sampah ke Altamont Landfill di Livermore.

Fadhil juga menghadiri UC Berkeley Entrepreneurship Mixer, sebuah acara yang mempertemukan mahasiswa dan profesional untuk berkolaborasi dalam proyek-proyek kewirausahaan keberlanjutan. Di sini, Fadhil bertemu dengan Managing Director CITRIS Innovation HUB, yang membuka peluang kolaborasi dalam proyek inovasi iklim dan lingkungan.

Program ini ditutup dengan kunjungan ke Washington, D.C., di mana Fadhil dan peserta lainnya belajar tentang pelestarian ekosistem sungai di Anacostia River, serta mengunjungi Water Pollution Control Plant, fasilitas yang memproses air limbah untuk melindungi Chesapeake Bay, salah satu delta terbesar di AS.

Pengalaman Fadhil di Washington D.C. diakhiri dengan upacara kelulusan bersama 50 fellow YSEALI AFP Fall 2024 dari East-West Center Hawaii dan University of Montana. Program ini tak hanya memperkaya wawasan tentang isu lingkungan global, tetapi juga membangun jaringan internasional yang kuat di kalangan pemimpin muda Asia Tenggara.

Fadhil saat upacara kelulusan program YSEALI 2024

Agenda