Dosen Teknik Geologi UNG Berpartisipasi dalam PAIR Annual Meeting 2026, Perkuat Kolaborasi Riset Internasional

Oleh: Ayub Pratama Aris . July 24, 2026 . 13:13:57

Dosen Program Studi Teknik Geologi, Jurusan Ilmu dan Teknologi Kebumian, FMIPA Universitas Negeri Gorontalo, Ibu Ninasafitri, S.Si., M.T., turut berpartisipasi dalam Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR) Annual Meeting 2026 yang diselenggarakan pada 20–23 Juli 2026 di UNHAS Hotel & Convention, Universitas Hasanuddin, Makassar. Kegiatan ini mengusung tema "Coastal Communities Sulawesi: Science, Policy and Action" dan menjadi forum tahunan bagi para peneliti Indonesia dan Australia untuk mempresentasikan capaian penelitian, memperkuat jejaring kolaborasi, serta merumuskan arah penelitian tahun berikutnya.

PAIR Sulawesi merupakan program riset bilateral yang didukung oleh Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) serta Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program ini dikelola oleh Australia-Indonesia Centre (AIC) bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin, dan melibatkan 19 perguruan tinggi dengan sekitar 180 peneliti dari enam provinsi di Sulawesi. Fokus penelitian mencakup tiga tema utama, yaitu Circular Economy, Net Zero, serta Climate Change and Health.

Dalam program tersebut, Ibu Ninasafitri, S.Si., M.T. berperan sebagai anggota peneliti PAIR pada kelompok riset Technology and Infrastructure, dengan judul penelitian:

"Technology and Infrastructure for Net Zero Transition of Puskesmas: Gorontalo and North Sulawesi Provinces."

Penelitian ini berfokus pada pengembangan teknologi dan infrastruktur yang mendukung transisi menuju fasilitas pelayanan kesehatan rendah emisi (Net Zero) di Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Utara. Tim peneliti merupakan kolaborasi akademisi dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia dan Australia, yang meliputi University of Melbourne, The University of Queensland, Universitas Hasanuddin, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Tadulako, Universitas Sam Ratulangi, serta Universitas Negeri Gorontalo.

Selama kegiatan berlangsung, para peneliti mengikuti berbagai agenda penting, di antaranya Opening Ceremony and High-Level Plenary, Policy Forum, Closing Ceremony, hingga Team Building yang bertujuan memperkuat kolaborasi lintas institusi dan disiplin ilmu. Forum ini juga menjadi wadah untuk mempresentasikan hasil penelitian tahun pertama, mendiskusikan tantangan implementasi, serta menyusun strategi penelitian untuk tahun kedua program PAIR. 

Keikutsertaan dosen Program Studi Teknik Geologi Universitas Negeri Gorontalo dalam kegiatan internasional ini menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam mendukung pengembangan riset kolaboratif yang berorientasi pada penyelesaian berbagai isu strategis, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Melalui keterlibatan aktif dalam PAIR, diharapkan hasil penelitian yang dikembangkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan kebijakan, pembangunan berkelanjutan, serta pencapaian target Net Zero Emission di sektor pelayanan kesehatan.

Partisipasi ini juga memperkuat eksistensi Program Studi Teknik Geologi Universitas Negeri Gorontalo dalam jejaring penelitian internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian di dalam maupun di luar negeri, sehingga mampu meningkatkan kualitas Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Agenda