MGEI SC-UNG dan HMTG J.A.K UNG Gelar Seminar Geologi Ekonomi, Bahas Model Endapan Emas hingga Estimasi Sumber Daya

Oleh: Ayub Pratama Aris . August 26, 2026 . 15:00:56

Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia Student Chapter Universitas Negeri Gorontalo (MGEI SC-UNG) berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi J.A.K Universitas Negeri Gorontalo (HMTG J.A.K UNG) menggelar seminar bertajuk "From Exploration to Estimation: Gold Deposit Models in the Indonesian Magmatic Arc" yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 22 Agustus 2026. 

Kegiatan yang berlangsung di Aula Prof. Kadir Abdussamad, Kampus 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tersebut diikuti oleh 137 mahasiswa Program Studi Teknik Geologi. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA UNG, Dr. Lilan Dama, S.Pd., M.Pd., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan seminar serta pentingnya kegiatan tersebut dalam menambah wawasan dan pemahaman mahasiswa mengenai perkembangan dunia industri geologi dan pertambangan.

Seminar menghadirkan Gayuh Putranto, Ir., selaku M&A Technical Advisor dan Mineral Resource Specialist, sekaligus Vice Chairman Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) periode 2024–2027, sebagai pemateri. Sesi seminar dimoderatori oleh Latifa Tangkudung dari Divisi Humas MGEI SC-UNG.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Jurusan Ilmu dan Teknologi Kebumian, Aang Panji Permana, S.T., M.T., serta dosen-dosen Program Studi Teknik Geologi. Kehadiran pimpinan fakultas, jurusan, dosen, dan mahasiswa menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan wawasan dan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam memahami perkembangan industri pertambangan, eksplorasi, serta pengelolaan sumber daya mineral.

Pada sesi pemaparan, Gayuh Putranto membahas peran *mineral deposit models* dalam kegiatan eksplorasi dan industri pertambangan, khususnya pada komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti emas (Au), tembaga (Cu), dan perak (Ag). Pemahaman terhadap model endapan menjadi salah satu dasar penting dalam membantu menentukan strategi eksplorasi serta mendukung proses estimasi sumber daya mineral.

Salah satu materi utama yang dibahas adalah karakteristik sistem mineralisasi *epithermal gold* dan *porphyry Cu-Au* yang dapat berkembang dalam lingkungan busur magmatik (*magmatic arc*). Peserta diperkenalkan pada karakteristik kedua sistem tersebut, termasuk kecenderungan perbedaan kedalaman pembentukan, geometri tubuh mineralisasi, kontrol struktur, karakteristik mineralisasi, serta pola alterasinya.

Dalam konteks eksplorasi, pemateri juga memberikan contoh analisis prospektivitas di wilayah Sumbawa Barat. Pendekatan tersebut memanfaatkan informasi mengenai batuan induk (*host rocks*) dan struktur geologi untuk mengidentifikasi wilayah yang berpotensi mengalami mineralisasi. Pemanfaatan Geographic Information System (GIS) dan *knowledge-based modelling* turut diperkenalkan sebagai pendekatan untuk membantu menentukan target eksplorasi secara lebih efektif.

Pembahasan kemudian berlanjut pada pentingnya data struktur geologi tiga dimensi. Salah satu pendekatan yang dibahas adalah penggunaan *oriented core* untuk memperoleh data orientasi inti bor sehingga orientasi sebenarnya dari struktur, seperti urat dan sesar yang memotong inti bor, dapat direkonstruksi. Informasi tersebut dapat membantu memahami geometri dan kontrol struktur pada sistem mineralisasi.

Selain tahapan eksplorasi, peserta juga mendapatkan gambaran mengenai alur kerja pascapengeboran (*post-drilling workflow*). Tahapan tersebut mencakup pencucian dan penanganan inti bor, fotografi, *logging*, orientasi inti apabila diperlukan, pengambilan sampel, preparasi sampel, penerapan QA/QC, hingga pengelolaan dan penyimpanan data.

Penerapan QA/QC dan pengelolaan data secara sistematis menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas, keterlacakan, dan keandalan data eksplorasi yang selanjutnya digunakan dalam interpretasi geologi dan estimasi sumber daya.

Pemaparan kemudian berlanjut pada tahapan yang berkaitan dengan estimasi sumber daya mineral. Pemateri menjelaskan pentingnya *database preparation* sebagai dasar untuk memastikan data eksplorasi tersusun dengan baik sebelum digunakan dalam tahapan pemodelan. Selanjutnya, proses dilanjutkan dengan *geological modelling* untuk membangun pemahaman mengenai kondisi geologi dan geometri mineralisasi.

Peserta juga diperkenalkan pada *statistical analysis* sebagai bagian dari evaluasi dan pemahaman karakteristik data kadar. Tahapan berikutnya meliputi *estimation*, yaitu proses memperkirakan distribusi dan kuantitas mineralisasi berdasarkan data yang tersedia, kemudian dilanjutkan dengan *validation* untuk mengevaluasi kewajaran dan konsistensi hasil estimasi.

Tahapan akhir yang dibahas adalah *classification*, yaitu pengelompokan sumber daya berdasarkan tingkat keyakinan geologi dan kualitas informasi yang mendasarinya. Keseluruhan tahapan tersebut menunjukkan bahwa estimasi sumber daya merupakan proses yang terintegrasi, mulai dari pengelolaan data, pemahaman geologi, analisis statistik, estimasi, validasi, hingga klasifikasi.

Pemaparan berlangsung secara interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari aktivitas mahasiswa dalam sesi diskusi yang diisi dengan enam pertanyaan. Beberapa pertanyaan yang muncul antara lain mengenai pengertian sumber daya mineral, perbedaan zona oksidasi dan sulfidasi, serta karakteristik material yang umum disebut sebagai limonit dalam konteks pelapukan dan oksidasi endapan mineral.

Sesi diskusi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan konsep yang diperoleh selama perkuliahan dengan penerapannya dalam kegiatan eksplorasi dan industri pertambangan.

Seminar ini diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai *mineral deposit models*, memperluas wawasan mengenai strategi dan tahapan eksplorasi berdasarkan praktik industri, serta memperkenalkan konsep dasar dan alur kerja dalam estimasi sumber daya mineral.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga diharapkan mampu mengintegrasikan berbagai data geologi, seperti litologi, kontrol struktur geologi, dan zona alterasi, untuk memahami serta memodelkan geometri cebakan mineral. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal akademik sekaligus profesional bagi mahasiswa yang ingin berkarier di bidang geologi ekonomi dan eksplorasi mineral.

Sebagai rangkaian akhir kegiatan, panitia melaksanakan penyerahan plakat kepada pemateri. Penyerahan dilakukan oleh dosen Teknik Geologi dengan didampingi Ketua HMTG J.A.K dan Presiden MGEI, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai penutup kegiatan.

Melalui kolaborasi MGEI SC-UNG dan HMTG J.A.K UNG, seminar ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun jejaring dengan praktisi, serta mempersiapkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri pertambangan.

 

Agenda