
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi S1 Teknik Geologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Tim yang diketuai Dicky Rahmansyah S. Tone bersama Mohammad Brilian Bangki, Fadhil Syafiq Sahabuddin, Fatih Farhat Sjarif, dan Akmal Fauzi Lubis sukses mempresentasikan hasil program pengabdian masyarakat mereka di hadapan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Stella Christie pada tanggal 12 Februari 2026.
Inovasi yang diusung bertajuk “Geo-Agro Wellness & Dengar Alam Bernyanyi”, sebuah program kolaboratif yang mengintegrasikan keilmuan geologi dengan strategi pemberdayaan berbasis digital di Desa Bongongoayu, Kabupaten Gorontalo. Program ini berangkat dari hasil analisis terhadap paradoks ekonomi desa, di mana potensi manifestasi geotermal yang tersedia belum teroptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang sebagian besar masih berada di bawah garis kemiskinan.

Dalam pemaparannya, tim menjelaskan adanya pivot strategis dari gagasan awal pembangunan infrastruktur kawasan berbasis potensi geotermal (Geo-Agro Wellness) menuju penguatan kedaulatan digital masyarakat melalui program Dengar Alam Bernyanyi.
“Selaras dengan visi Kemendiktisaintek Berdampak serta prinsip bahwa setiap insan akademik harus memberi kontribusi nyata bagi bangsa, kami memutuskan untuk membangun ekosistem manusianya terlebih dahulu melalui literasi dan kapasitas digital,” ujar Dicky dalam presentasinya.
Adapun capaian konkret dari program pengabdian ini meliputi:
Program kolaboratif mahasiswa angkatan 2023 dan 2024 ini sebelumnya juga telah mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Tim berhasil meraih Juara 4 dan Juara Favorit pada ajang gagasan pemberdayaan desa yang diselenggarakan Kemenko PM RI. Selain itu, mereka juga menyabet predikat Juara 1 Umum Nasional dan Medali Emas Kelas Presentasi pada ajang PKM-PM AMLI 2025.
Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Teknik Geologi UNG tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang solutif dan berdampak bagi masyarakat. Prestasi ini sekaligus merepresentasikan kualitas intelektual mahasiswa dari kawasan Timur Indonesia di panggung nasional.